Potensi Kakao di Ende, Flores dan Sumba serta NTT pada umumnya sangat tinggi. Untuk Kabupaten Ende sendiri komoditas Kakao merupakan satu dari tujuh komoditas unggulan daerah. Penetapam Kakao sebagai komoditas unggulan daerah ini tertuang dalam Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Headline
.
- BERANDA
- PROFIL BAGIAN HUMAS
- TENTANG ENDE
- WEBSITE PENTING
-
SEKRETARIAT DAERAH
- Bagian Pemerintahan & Otonomi Daerah
- Bagian Kesejehteraan Rakyat
- Bagian Pemberdayaan Masyarakat & Trantib Umum serta Perlindungan Masyarakat
- Bagian Hukum
- Bagian Organisasi
- Bagian Keuangan dan Aset
- Bagian Kepegawaian
- Bagian Perekonomian dan Pembengunan
- Bagian Humas dan Protokol
- Bagian Administrasi Pembangunan
- Bagian Pengadaan Barang dan Jasa
- Bagian Bagian Umum
- PEMERINTAHAN
- KLIPPING
- GALERY HUMAS
- INFORMASI PUBLIK ▼
Jumat, 08 Januari 2016
VECO DAN SWISS CONTACT BEKALI PETANI DENGAN COCOA TRACE
Pelatihan cocoa trace dan aplikasi tablet yang digelar veco indonesia cabang ende kerjasama dengan swiss contact bertujuan untuk membekali para petani kader dengan segudang pengetahuan dan keterampilan.
Haerul Nangngareng perwakilan swiss contact menyatakan hal ini pada acara pembukaan pelatihan cocoa trace dan aplikasi tablet bagi petani kader, koperasi tani, LSM mitra dan staf veco di ende flores, bertempat di wisma firdaus nanganesa (Rabu/07/01/2015).
KAKAO LESTARI TARGET 7 RB PETANI
Kakao Lestari sebagai salah satu project (program) dari Swiss Contact dikembangkan di Indonesia tahun 2016 s/d 2018 menargetkan 7 rb petani di Kabupaten Ende, Sikka, Flores Timur, dan Sumba Barat Daya penerima manfaat program ini. Sedangkan target untuk Indonesia secara keseluruhan sebanyak 58 rb petani yang tersebar di wilayah Propinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat dan NTT.
ENDE HARUS JADI KOTA PERDAGANGAN
“Saya selalu mengimpikan Kota Ende suatu saat akan menjadi kota perdagangan. Menjadi kota perdagangan artinya dalam mekanisme arus transportasi bongkar muat barang ada barang yang masuk harus ada barang yang keluar”ujar Wakil Bupati Ende Djafar Achmad pada acara ramah tamah dengan petugas PPL, kepala BPP dan Sisislia Sona Ketua Kelompok Dasa Wisma Flamboyan Likanaka peraih Penghargaan Adikarya Pangan Nusantara di aula Rumah Jabatan Bupati, Jln. Eltari (Senin, 4/1).
Kamis, 07 Januari 2016
ATASI GISI BURUK, IBU-IBU LIKANAKA BENTUK DASA WISMA
Berangat dari keprihatinan para ibu akan apa yang dialami masyarakat khususnya anak-anak yang menderita gisi buruk sesuai keluhan petugas kesehatan, kader posyandu saat penimbangan di Posyandu , mendorong ibu-ibu yang berada di Desa Likanaka Kecamatan Wolowaru berinisiatif membentuk kelompok dasa wisma. Kelompok dasa wisma resmi dibentuk tanggal 8 Oktober 2011, dan kemudian kelompok dasa wisma ini diberi nama dasa wisma Flamboyan dan dikukuhkan oleh kepala desa tahun 2013.
75 PPL BERTUGAS LEBIH DARI SATU DESA
Sebanyak 75 Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) bertugas dan ditempatkan pada WKPP yang menjadi wilayah penyuluhan pertanian. Dengan jumlah yang ada PPL harus bisa melaksanakan tugas sebagai penyuluh di 278 desa yang ada di Kabupaten Ende. Kondisi ini mengakibatkan satu orang PPL mempunyai wilayah kerja lebih dari satu desa, artinya ada yang bertugas pada empat sampai lima desa.
Langganan:
Postingan (Atom)






