Rintangan
terhadap revolusi bersumber pada corak berpikir dan bertindak yang bertolak
belakang dengan semangat kemajuan. Untuk mengatasi rintangan tersebut Bung
Karno menyerukan perlunya “Revolusi Mental. Esensi revolusi mental yang digagas
Bung Karno adalah perombakan cara berpikir, cara berjuang, dan cara hidup agar
selaras dengan semangat kemajuan dan tuntutan revolusi nasional.
Headline
.
- BERANDA
- PROFIL BAGIAN HUMAS
- TENTANG ENDE
- WEBSITE PENTING
-
SEKRETARIAT DAERAH
- Bagian Pemerintahan & Otonomi Daerah
- Bagian Kesejehteraan Rakyat
- Bagian Pemberdayaan Masyarakat & Trantib Umum serta Perlindungan Masyarakat
- Bagian Hukum
- Bagian Organisasi
- Bagian Keuangan dan Aset
- Bagian Kepegawaian
- Bagian Perekonomian dan Pembengunan
- Bagian Humas dan Protokol
- Bagian Administrasi Pembangunan
- Bagian Pengadaan Barang dan Jasa
- Bagian Bagian Umum
- PEMERINTAHAN
- KLIPPING
- GALERY HUMAS
- INFORMASI PUBLIK ▼
Jumat, 22 Mei 2015
SAAT INI INDONESIA BERJUANG MELAWAN BANGSA SENDIRI
“Perjuanganku lebih mudah karena
melawan penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangasamu
sendiri” kata Menteri Koordinator Pembangunan Manusia
dan Kebudayaan Republik Indonesia Puan Maharani
saat bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Peringatan Hari
Kebangkitan Nasional ke-107 (Kamis,
20/5/15) di Lapangan Pancasila. Pernyataan Menko Puan ini mengutip pidato
Presiden Soekarno pada peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Tahun
1949.
20 ODHA/OHIDHA DAPAT PERLINDUNGAN SOSIAL DAN HUKUM
Sebanyak 20 orang ODHA/OHIDHA di Kabupaten Ende mendapatkan materi tentang
perlindungan sosial dan hukum melalui
kegiatan yang diselenggarakan Dinas
Sosial Propinsi NTT. Kegiatan tersebut
dipusatkan di Hotel Ikhlas Jalan Ahmad Yani dan pelaksanaanya dibuka Asisten
Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabuaten Ende Martinus
Satban mewakili Bupati.
Rabu, 13 Mei 2015
AKBID ENDE, BENTUK MASYARAKAT KEBIRANGGA BERPOLA HIDUP SEHAT
Mahasiswa Akademi Kebidanan
(Akbid) diberikan tugas dan kepercayaan untuk memberikan pemahaman kepada
masyarakat Desa Khusus tentang Cara Berpola Hidup Sehat (PHBS). Tujuannya
antara lain untuk memperbiasakan masyarakat Desa berPHBS dalam keseharian
hidup. Selain itu adalah untuk menciptakan masyarakat Desa yang sehat yang
terhindar dari beragam jenis sakit dan penyakit.
PENYANDANG DISTABILITAS MASIH ALAMI PERLAKUAN DISKRIMINATIF
Keberadaan para Penyandang Distabilitas masih mengalami
berbagai hambatan dalam banyak hal, antara lain disebabkan belum dipahami dan
dimengerti oleh sebagian warga masyarakat tentang bagaimana kita memperlakukan
dan berinteraksi dengan penyandang distabilitas dalam segala aspek baik
pendidikan, pekerjaan dan aspek lainnya, dimana sering kali masih ditemui
adanya perlakukan diskriminatif terhadap penyandang distabilitas.
Langganan:
Postingan (Atom)






