Hari bebas kendaraan atau sering disebut Car Free Day, adalah suatu momentum yang bertujuan untuk meningkatkan angka kesehatan masyarakat. Namun disisi lain, Car Free Day digelar untuk membangun komitmen bersama berupa komunikasi sesama anak bangsa ,sehingga mewujudkan nilai silaturahmi antara satu dengan yang lainnya, baik itu secara individu, kelompok, keluarga dan institusi. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Ende, Drs. H.Djafar H. Achmad.MM ketika memberikan konferensi pers, tentang pelaksanaan Car Free Day Ende, di Ruang Kerja Wakil Bupati Ende, Senin (5/12).
Headline
.
- BERANDA
- PROFIL BAGIAN HUMAS
- TENTANG ENDE
- WEBSITE PENTING
-
SEKRETARIAT DAERAH
- Bagian Pemerintahan & Otonomi Daerah
- Bagian Kesejehteraan Rakyat
- Bagian Pemberdayaan Masyarakat & Trantib Umum serta Perlindungan Masyarakat
- Bagian Hukum
- Bagian Organisasi
- Bagian Keuangan dan Aset
- Bagian Kepegawaian
- Bagian Perekonomian dan Pembengunan
- Bagian Humas dan Protokol
- Bagian Administrasi Pembangunan
- Bagian Pengadaan Barang dan Jasa
- Bagian Bagian Umum
- PEMERINTAHAN
- KLIPPING
- GALERY HUMAS
- INFORMASI PUBLIK ▼
Kamis, 08 Desember 2016
KEARIFAN DAN KEDEWASAAN UNTUK KEPENTINGAN BANGSA
Mengelola kemajemukan bukanlah perkara yang muda. Disatu sisi, umat beragama sebagai salah satu komponen bangsa berusaha memelihara identitas dan memperjuangkan aspirasinya. Pada sisi lain, mereka juga dituntut untuk memberikan andil dalam rangka memelihara kerukunan dan keutuhan bangsa. Demi memelihara keseimbangan antara kepentingan kelompok dan kepentingan bangsa, maka dibutuhkan
TURNAMEN FUTSAL BUPATI CUP 2016, CIPTAKAN BIBIT PEMAIN PROFESIONAL
Turnamen Futsal Bupati Cup 2016 Kabupaten Ende, yang sedianya digelar sejak 30 November 2016 hingga 15 Desember 2016, diharapkan bisa menciptakan pemain-pemain Futsal professional bagi generasi muda Kabupaten Ende. Hal ini disampaikan Bupati Ende, Ir. Marselinus Y.W.Petu, ketika membuka kegiatan Turnamen Futsal Bupati Cup 2016, di Lapangan Tanjung Center, Kecamatan Ende Selatan, Rabu (30/11).
Jumat, 02 Desember 2016
HANYA EMPAT PILAR, NUSANTARA BERSATU
Sebagai bangsa yang majemuk dengan berbagai aneka ragam budaya, bahasa, suku, ras dan agama, hanya ada empat pilar bangsa yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI harga Mati, sebagai pemersatu nusatara, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penegasan ini disampaikan, Bupati Ende Ir. Marselinus Y.W.Petu, ketika menyampaikan orasi kebangsaan dalam rangka kegiatan serentak seluruh Indonesia Nusantara Bersatu, tingkat Kabupaten Ende, di Lapangan Pancasila, Rabu,(30/11).
BANGSA INDONESIA ADALAH PEMENANG
Dandim 1602 Ende,Letkol Kav Suteja mengatakan bahwa masyarakat Kabupaten Ende berkumpul di Lapangan Pancasila pada, Rabu (30/11/2016) untuk memantapkan tekad, menunjukkan sikap serta komitmen sebagai warga Negara Indonesia yang memiliki jiwa patriot, jiwa pejuang, jiwa petarung, jiwa yang kokoh, jiwa pemenang karena memang bangsa Indonesia bukanlah bangsa pecundang tetapi bangsa pemenang. Hal tersebut dikatakan Dandim Suteja dalam orasi pada kegiatan Nusantara Bersatu, Rabu (30/11/2016) di Lapangan Pancasila, Kota Ende.
NKRI ADALAH HARGA MATI
NKRI harga mati yang memecah belah NKRI mati harga. NKRI bukan hanya satu suku, NKRI bukan satu agama,NKRI bukan satu ras, NKRI bukan hanya satu golongan, karena itu di Indonesia jangan hembuskan isu SARA lebih bijak saling menjaga rasa. Kita berbeda tapi satu Indonesia. Kita satu Indonesia tetapi mengakui perbedaan. Hal tersebut dikatakan Ketua GMIT Ende, Pendeta Ferluminggus Bako saat membawakan orasi pada kegiatan Nusantara Bersatu, Rabu (30/11/2016) di Lapangan Pancasila, Kota Ende.
MASYARAKAT JANGAN CEDERAI EMPAT PILAR BANGSA
Komitmen kebangsaan kita (Indonesia-red) harus sesuai dengan empat pilar bangsa yaitu Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Hal tersebut dikatakan Ketua MUI Kabupaten Ende, Haji Djamal Humris saat membawakan orasi pada kegiatan Nusantara Bersatu, Rabu (30/11/2016) di Lapangan Pancasila, Kota Ende.
Langganan:
Postingan (Atom)






