Ratusan Anak TK di
Kota Ende mengikuti karnaval dalam rangka menyambut Hari Kartini dan juga Hari Pendidikan Nasional, Sabtu (28/4/2018).Pelaksanaan kegiatan karnaval dilakukan di
dua lokasi masing-masing di Jalan Wirajaya dan Jalan Kartini Depan Kodim 1602 Ende. Kegiatan karnaval di
depan Kompi C dilepas oleh Camat Ende Utara, Eman Taji sedangkan di
depan Kodim 1602 Ende dilepas Camat Ende Utara, Drs Kapitan Lingga.
Headline
.
- BERANDA
- PROFIL BAGIAN HUMAS
- TENTANG ENDE
- WEBSITE PENTING
-
SEKRETARIAT DAERAH
- Bagian Pemerintahan & Otonomi Daerah
- Bagian Kesejehteraan Rakyat
- Bagian Pemberdayaan Masyarakat & Trantib Umum serta Perlindungan Masyarakat
- Bagian Hukum
- Bagian Organisasi
- Bagian Keuangan dan Aset
- Bagian Kepegawaian
- Bagian Perekonomian dan Pembengunan
- Bagian Humas dan Protokol
- Bagian Administrasi Pembangunan
- Bagian Pengadaan Barang dan Jasa
- Bagian Bagian Umum
- PEMERINTAHAN
- KLIPPING
- GALERY HUMAS
- INFORMASI PUBLIK ▼
Rabu, 09 Mei 2018
KPU ENDE GELAR PENTAS BUDAYA SAMBUT PEMILU
PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN MENELAN BIAYA 10 MILYAR LEBIH
Pembangunan rumah susun yang
diperuntukkan bagi Lembaga Konggregasi Pengikut Yesus – CIJ Ende untuk
menyiapkan layak huni bagi mahasiswa menelan biaya 10 milyar lebih. Acara
peletakan batu pembangunan rumah susun tersebut dihadiri oleh Gubernur NTT, Frans Lebu Raya,
Uskup Agung Ende, Mgr. Vincentius Sensi Potokota, Direktur Jenderal Penyediaan
Perumahan Kementerian
Jumat, 27 April 2018
DI ENDE TELAH TERBENTUK 7 DESA LAYAK ANAK
Sebagai pilot project dari program layak anak di Kabupaten Ende saat ini telah terbentuk 7 desa di dua kecamatan yang layak anak masing-masing di Kecamatan Detusoko dan Wewaria. Dengan adanya desa layak anak selanjutnya dapat terbangun kecamatan layak anak yang dengan sendirinya akan terwujud kabupaten layak anak. Pejabat Sementara Bupati Ende, Drs Obaldus Toda MM mengatakan hal itu pada kegiatan WorkShop Kabupaten dan Desa Layak Anak, Rabu (25/4/2018) di Wisma Emaus, Jalan Diponegoro, Kota Ende.
KONDISI SOSPOL DI ENDE RELATIF AMAN
Secara umum kondisi sosial politik di Kabupaten Ende dapat dikatakan relative aman dan kondusif, namun harus waspada dan harus terus memupuk kewaspadaan dini warga masyarakat. Hal ini mengingat kondisi masyarakat Kabupaten Ende yang heterogen dengan berbagai latar belakang, memiliki potensi akan munculnya gesekan atau konflik, yang pada akhirnya akan merugikan semua. Hal tersebut dikatakan
PEMDA BERKEWAJIBAN MELINDUNGI MASYARAKAT
Dalam pelaksanaan amanat pasal 22 Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, yang menegaskan bahwa dalam penyelenggaraan otonomi daerah, maka daerah mempunyai kewajiban melindungi masyarakat, menjaga persatuan, kesatuan dan kerukunan nasional serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal tersebut dikatakan Pejabat Sementara
PEMDA ENDE BENTUK FORUM KEWASPADAAN DINI DI KECAMATAN WEWARIA
Langganan:
Postingan (Atom)





